Lembaga Pengembangan Diri | We Serve | We Care | We Share
  • TRAINING MOTIVASI

    untuk SD-SMP-SMA | Universitas | Instansi Pemerintah | Instansi Swasta

  • TRAINING CHARACTER

    untuk SD-SMP-SMA | Universitas | Instansi Pemerintah | Instansi Swasta

  • TRAINING TEAM BUILDING

    untuk SD-SMP-SMA | Universitas | Instansi Pemerintah | Instansi Swasta

  • TRAINING LEADERSHIP

    untuk SD-SMP-SMA | Universitas | Instansi Pemerintah | Instansi Swasta

  • CONTACT US

    Pin bb.5468A449 | Hp.0852-224-72-696 | Email: altrainingmantap@gmail.com

Rabu, 08 Juli 2015

Posted by Unknown on Rabu, Juli 08, 2015 in , | No comments
Oleh: Kang Usman Aripin, M.Pd. (Provokator Anti Galaugy)

Sebelum membahas inti dari topik ini, hal pertama yang perlu kita ketahui adalah pemahaman tentang galau. Setelah membaca beberapa referensi tentang pengertian galau ternyata maknanya jauh dari apa yang sebenernya terjadi.

Menurut KBBI galau atau bergalau artinya sibuk berrami-ramai, ramai sekali, kacau tidak karuan (pikiran). Kalau ada seseorang berbicara “ Orang-orang dipasar sedang bergalau”, kalimat ini bukan berarti sedang sedih namun maknanya sedang sibuk beramai-ramai.

Mungkin terasa aneh namun itulah makna sebenarnya. Memang tak ada salahnya apabila keadaan seseorang yang lagi sedih disebut galau, namun makna yang sebenarnya dari kata galau adalah beramai-ramai.

Pembahasan tentang galau kali ini akan mengikuti versi galau yang maknanya kacau pikiran
Kapankah kita merasakan galau? 
Ketika sedang merasa sedih,diputusin, dimarahin, bingung mengambil keputusan dsbJadi galau itu terjadi karena ada masalah, dan apabila tidak ada masalah berarti tidak galau atau sedang bahagia. 

Artinya supaya terhindar dari galau kita harus belajar bagaimana cara menyelesaikan masalah, maka dari itu kita harus kaji terlebih dahulu Hakikat masalah.

Menurut wikipedia masalah adalah kata yang digunakan menggambarkan situasi yang membingungkan. Sedangkan menurut KBBI masalah merupakan sesuatu yang harus diselesaikan.
Prof. Ruseffendi memberikan pandangan tentang masalah yaitu sesuatu yang mengganjal yang apabila diselesaikan akan memberi manfaat yang lebih baik.

Jadi pada hakikatnya masalah itu harus diselesaikan supaya memberi manfaat yang lebih baik. 
Seperti pepatah menyatakan “lari dari masalah hanya akan menemukan masalah-masalah baru”.

Tantangan terberat saat menghadapi masalah yaitu ketika merasa bingung apa yang harus dilakukan, kemana harus pergi dan mencoba menghadapi tetapi tidak bisa. Hal inilah yang mungkin disebut galau tingkat dewa. 

Bagai mana cara mengatasinya?
Karena kalau tidak diatasi malah akan menimbulkan masalah baru. Ingat ! bahwa masalah itu harus diselesaikan supaya memberi manfaat yang lebih baik.
Rumus Anti Galau
Alternatif solusinya yaitu dengan cara berusaha. Menurut ilmu fisika bahwa usaha adalah hasil kali gaya dengan perubahan. 
Rumusnya W = F. S 
W= Usaha
F = gaya
S = perubahan

Nah, kuncinya teletak pada gaya (F). Gaya disini dedefinisikan sebagai kekuatan/ tenaga dan kekuatan itu bisa secara fisik ataupun non fisik yang kita sebut dengan keyakinan.

Kekuatan terbesar pada dasarnya terletak pada keyakinan. Keyakinan yang kuat akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa, contoh sederhana orang yang tunanetra (buta) ada yang bisa bermain gitar, membaca alqur’an dan ada yang bisa mengajar matematika.

Kalau difikirkan secara logika kenapa mereka bisa melakukan itu semua karena latihan yang sangat keras dan dibarengi dengan keyakinan yang kuat bahwa mereka itu bisa, tanpa keyakinan yang kuat mereka tidak akan mempunyai motivasi untuk berlatih.

Keyakinan itu ada dua jenis yaitu keyakinan yang baik (+) dan ada yang tidak baik (-).
(Lihat gambar)

Mengapa kita harus mempunyai keyakinan yang positif? 
Terdapat beberapa alasan mengapa kita harus mempunyai keyakinan yang positif, diantaranya sebagai berikut:

1. Dr. Masaru meneliti tentang air dan alhasil teryata air itu hidup dan dapat merepon yang positif atau negatif terhadap manusia. Ketika air didengarkan kata-kata ang positif seperti “arigatou (terima kasih) ternyata molekul air itu membentuk kristal segi enam (heksagonal) yang indah dan sebaliknya ketika air itu didengarkan kat-kata negatif misalkan “kamu bodoh” bentuk kristal air menjadi tidak beraturan.
air itu hidup dan sebagian besar dalam tubuh manusia adalah berisi air. Kalau kita mempunyai keyakinan yang positif maka reaksi dalam tubuh kita akan membaik sehingga akan mengahsilkan kekuatan luar biasa dan bahkan hal yang tidak mungkin terjadi bisa terjadi.

2. “Allah tidak akan memberikan beban kepada seseorang melainkan sesuai kemampuanya...” (QS. Al-Baqarah :286)
3. “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. (Qs. Asy-Syarh : 6)
4. “... Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan jalan keluar” (Qs. At-Thalaq :2)

Tak ada alasan bagi kita untuk menyerah dalam menyelesaikan masalah dan tak ada alsan bagi kita untuk tidak mempunyai keyakinan yang positif .

Intinya kita harus mempunyai keyakinan yang kuat bahwa setiap masalah ada solusi.

Kesimpulannya supaya kita terhidar dari galau, kuncinya adalah dengan mempunyai keyakinan yang positif supaya menghasilkan usaha yang baik dengan begitu masalah akan terselesaikan dengan baik dan ingatlah “Selalu ada hikmah di setiap adanya masalah”.

@copyright ALT_Training

Rabu, 24 Juni 2015

Posted by Unknown on Rabu, Juni 24, 2015 in | No comments
Dipenghujung tahun ajar 2014/2015 ALT Training akan mencoba untuk sharing tentang bagaimana tips memilih sekolah yang "tepat" untuk putra/i sahabat.

Sekolah adalah tempat dimana terjadinya transfer ilmu antara pendidik dan muridnya. Sekolah seharusnya bisa mengoptimalkan perkembangan potensi anak-anak kita. Jadi jangan asal dalam memilih sekolah untuk putra putri kita.

Bebicara pendidikan di Indonesia secara menyeluruh sangatlah kompleks dan rumit. Dikotomi Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta, bahkan Sekolah Internasional tak kunjung usai. Setiap orang punya argumen tersendiri untuk memperdebatkan permasalahan yang satu ini.

Apakah sekolah internasional lebih baik daripada sekolah negeri?

Apakah sekolah negeri lebih baik daripada sekolah internasional?

Apakah justru sekolah swasta yang selama ini dipandang sebelah mata oleh masyrakat justru lebih baik daripada sekolah negeri dan bahkan sekolah internasional?

Sekali lagi.. Sekolah yang paling baik itu adalah sekolah yang bisa mengembangkan potensi muridnya tidak hanya dari sisi akademisnya saja! Banyak nilai pengembangan diri yang bisa didapatkan murid selama sekolah; akhlak; sikap; perilaku; kebiasaan; psikomotor.

Apakah sekolah internasional menjamin pernyataan diatas? apakah sekolah negeri dan swasta juga menjaminnya?

Lalu apa indikator sekolah yang "tepat" untuk putra putri kita?
Sekolah yang mampu menjaga cita-cita muridnya, sekolah yang bisa mengarahkan muridnya ke gerbang cita-cita si murid, lingkungan sekolah yang bisa memberikan teladan untuk muridnya agar mengejar cita-citanya. Sekolah yang dengan fasilitasnya bisa mengembangkan potensi si murid. Sekolah dengan jumlah ekstrakulikuler yang banyak, untuk menjaring potensi siswanya mengejar cita-cita mereka.

Ya itulah sekolah yang ideal untuk putra putri sahabat kehidupan sekolah.
Sekolah kelas internasional, sekolah negeri atau sekolah swasta semua sama saja!

Kita harus kenali dulu potensi putra putri kita, kita arahkan potensi nya, kita carikan sekolah yang tepat untuk mereka.
Jika sedari SD ingin menjadi Guru maka ketika dewasa kelak ia harus menjadi Guru.
Jika sedari kecil jago bermain bulu tangkis maka dimasa yang akan datang ia harus "hidup" dari olahraga yang disukainya, bisa jadi olahragawan yang berprestasi.

Jangan matikan potensi emas generasi bangsa.

Jangan paksakan kehendak orang tua dalam diri putra putri kita. 
Sekolah bukan hanya gengsi belaka, sekolah bukan hanya akademis saja, sekolah adalah tempat yang menyenangkan bagi putra putri kita untuk mengembangkan potensi mereka semaksimal mungkin.


Selamat datang generasi emas Indonesia..

Rabu, 10 Juni 2015

Posted by Unknown on Rabu, Juni 10, 2015 in , | No comments

Seorang pemuda berusia 17 tahun dilarikan ke Rumah sakit militer di Riyadh. Sebuah peluru nyasar mengenai tubuhnya.

Dalam perjalanan ke rumah sakit, pemuda itu memandang wajah ibunya yang sedang menangis sedih seraya mengatakan, “Wahai ibunda, janganlah engkau bersedih. Aku baik-baik saja. Sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium wanginya bau surga.” Orang tua mana yang tidak terkejut dengan kalimat tersebut dari putra kesayangannya. Mereka masih berharap putranya dapat diselamatkan.

Sesampainya di instalasi gawat darurat, seorang dokter langsung menanganinya. Namun sang pemuda itu berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium semerbak harum bau surga. maka janganlah engkau merepotkan dirimu sendiri. Aku hanya menginginkan kehadiran ayah dan ibuku di sisiku.”

Sesuai permintaan pemuda, kini ayah dan ibu telah berada di instalasi gawat daurat. Sebuah senyum kebahagiaan terpancar di wajah sang pemuda. Lalu ia membaca dua syahadat.

“Asyhadu an laa-ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhamamadan rasulullah” kalimat sang pemuda ini sekaligus mejadi kalimat terakhir dalam hidupnya. Ia menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala segera setelah menyelesaikan ikrar syahadat, bahkan ia meninggal dalam posisi telunjuk jari tangannya menunjuk, seperti posisi tasyahud dalam shalat.

Setelah Maghrib, dokter Kholid bin Abdul Aziz Al Jubair bertemu dengan Dhiya’, petugas rumah sakit yang memandikan jenazah pemuda tersebut. Ia menceritakan kondisi pemuda tersebut saat dimandikannya. “Jari telunjukkan membentuk isyarat seperti orang shalat yang sedang membaca tasyahud.”

Selain itu, hal yang paling ajaib adalah, jenazah pemuda tersebut tetap segar. Terlihat segar bugar. Seperti orang yang sedang beristirahat dengan nyenyak.

Dokter spesialis bedah itu penasaran. Ia pun menemui orang tua si pemuda dan menanyakan amal apa yang dilakukan oleh putra mereka sehingga ia bisa membaca syahadat di akhir hayatnya, bertasyahud dan jasadnya tetap segar bugar.

“Anak kami,” kata orang tuanya kepada dokter Kholid, “sejak memasuki usia akil baligh, dialah yang selalu membangunkan kami untuk shalat Subuh. Ia sangat rajin qiyamullail dan membaca Al Qur’an. Selalu berupaya menunaikan shalat jama’ah di masjid…”

Masya Allah… usianya baru 17 tahun, masih duduk di kelas 2 SMA, tetapi amalnya luar biasa. Pantaslah jika dirinya mendapatkan karunia Allah berupa husnul khatimah dan jenazahnya segar bugar.

Dokter Kholid lantas menceritakan apa yang diketahuinya kepada rekannya yang juga dokter ahli bedah. “Masya Allah… usianya baru 17 tahun? Ia sungguh jauh lebih baik dariku. Mengapa aku tidak belajar darinya?” kata dokter itu. Ia pun kemudian mengambil cuti satu minggu. “Aku ingin melakukan muhasabah,” katanya kepada dokter Kholid.

Dokter Kholid juga menceritakan kepada rekannya yang dokter bedah di Jeddah. Mendengar cerita dokter Kholid, dokter itu menangis. Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal-amalnya. “Jika anak berusia 17 tahun saja bisa, mengapa ada alasan bagi kita untuk menunda-nunda ibadah kepada-Nya?” (Kisahikmah)

Sumber: @muslimahcorner

Kamis, 04 Juni 2015

Posted by Unknown on Kamis, Juni 04, 2015 in , , , | No comments

Sebagai mahkluk sosial, anda akan selalu berhubungan dengan orang lain, bahakan dalam sehari anda bisa berhubungan dengan puluhan orang baru, bagaimana caranya memaksimalkan hal tersebut sehingga membantu keberlangsungannya karir anda, ya tentunya anda harus punya pengaruh terlebih dahulu.

Ada 5 Cara untuk menjadi orang yang berpengaruh :

1. Harus Memiliki Kejujuran Dengan Orang Lain

Memiliki integritas dengan orang lain. Kebutuhan akan integritas sekarang ini barangkali sama besarnya seperti sebelumnya. Hal ini mutlak perlu bagi siapa saja yang ingin menjadi orang yang berpengaruh. Dengan kejujuran akan terbentuk suatu kepercayaan. Kepercayaan adalah kunci untuk menjadi orang yang berpengaruh.

2. Harus Bisa Memelihara Orang Lain

Memelihara hubungan dengan orang lain dengan cara memberi perhatian secara tulus akan orang lain dan Anda harus mempunyain perasaan positif.

3. Harus Yakin Kepada Orang Lain

Orang yang berpengaruh percaya kepada orang lain adalah kualitas penting dari seorang yang berpengaruh ketika bekerja dengan orang lain.

4. Harus Mendengar Orang Lain

Kemampuan untuk mendengarkan dengan ahli adalah kunci untuk memperoleh pengaruh atas orang lain. Karena lewat mendengar Anda mampu membangun hubungan, meningkatkan pengetahuan, menghasilkan ide dan membangun loyalitas.

5. Harus Memahami Orang Lain

Jika Anda tidak dapat memahami orang lain dan bekerja dengan mereka, Anda tidak akan mungkin mencapai apapun. Anda tentu saja tidak dapat menjadi orang yang berpengaruh

5 cara diatas merupakan bagian dari bagaimana Anda menjadi orang yang berpengaruh bagi orang lain. Jika Anda ingin menimbulkan dampak, Anda harus menjadi orang yang sanggup mempengaruhi orang lain.

(John C. Maxwell&Jim Dornan)

Trainer

Banner WEB TIG Citek Banner WEB TIG Wahyu Banner WEB TIG Hari Banner WEB TIG Hari