![]() |
| Rumus Anti Galau |
W= Usaha
F = gaya
S = perubahan
untuk SD-SMP-SMA | Universitas | Instansi Pemerintah | Instansi Swasta
untuk SD-SMP-SMA | Universitas | Instansi Pemerintah | Instansi Swasta
untuk SD-SMP-SMA | Universitas | Instansi Pemerintah | Instansi Swasta
untuk SD-SMP-SMA | Universitas | Instansi Pemerintah | Instansi Swasta
Pin bb.5468A449 | Hp.0852-224-72-696 | Email: altrainingmantap@gmail.com
![]() |
| Rumus Anti Galau |
Seorang pemuda berusia 17 tahun dilarikan ke Rumah sakit militer di Riyadh. Sebuah peluru nyasar mengenai tubuhnya.
Dalam perjalanan ke rumah sakit, pemuda itu memandang wajah ibunya yang sedang menangis sedih seraya mengatakan, “Wahai ibunda, janganlah engkau bersedih. Aku baik-baik saja. Sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium wanginya bau surga.” Orang tua mana yang tidak terkejut dengan kalimat tersebut dari putra kesayangannya. Mereka masih berharap putranya dapat diselamatkan.
Sesampainya di instalasi gawat darurat, seorang dokter langsung menanganinya. Namun sang pemuda itu berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium semerbak harum bau surga. maka janganlah engkau merepotkan dirimu sendiri. Aku hanya menginginkan kehadiran ayah dan ibuku di sisiku.”
Sesuai permintaan pemuda, kini ayah dan ibu telah berada di instalasi gawat daurat. Sebuah senyum kebahagiaan terpancar di wajah sang pemuda. Lalu ia membaca dua syahadat.
“Asyhadu an laa-ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhamamadan rasulullah” kalimat sang pemuda ini sekaligus mejadi kalimat terakhir dalam hidupnya. Ia menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala segera setelah menyelesaikan ikrar syahadat, bahkan ia meninggal dalam posisi telunjuk jari tangannya menunjuk, seperti posisi tasyahud dalam shalat.
Setelah Maghrib, dokter Kholid bin Abdul Aziz Al Jubair bertemu dengan Dhiya’, petugas rumah sakit yang memandikan jenazah pemuda tersebut. Ia menceritakan kondisi pemuda tersebut saat dimandikannya. “Jari telunjukkan membentuk isyarat seperti orang shalat yang sedang membaca tasyahud.”
Selain itu, hal yang paling ajaib adalah, jenazah pemuda tersebut tetap segar. Terlihat segar bugar. Seperti orang yang sedang beristirahat dengan nyenyak.
Dokter spesialis bedah itu penasaran. Ia pun menemui orang tua si pemuda dan menanyakan amal apa yang dilakukan oleh putra mereka sehingga ia bisa membaca syahadat di akhir hayatnya, bertasyahud dan jasadnya tetap segar bugar.
“Anak kami,” kata orang tuanya kepada dokter Kholid, “sejak memasuki usia akil baligh, dialah yang selalu membangunkan kami untuk shalat Subuh. Ia sangat rajin qiyamullail dan membaca Al Qur’an. Selalu berupaya menunaikan shalat jama’ah di masjid…”
Masya Allah… usianya baru 17 tahun, masih duduk di kelas 2 SMA, tetapi amalnya luar biasa. Pantaslah jika dirinya mendapatkan karunia Allah berupa husnul khatimah dan jenazahnya segar bugar.
Dokter Kholid lantas menceritakan apa yang diketahuinya kepada rekannya yang juga dokter ahli bedah. “Masya Allah… usianya baru 17 tahun? Ia sungguh jauh lebih baik dariku. Mengapa aku tidak belajar darinya?” kata dokter itu. Ia pun kemudian mengambil cuti satu minggu. “Aku ingin melakukan muhasabah,” katanya kepada dokter Kholid.
Dokter Kholid juga menceritakan kepada rekannya yang dokter bedah di Jeddah. Mendengar cerita dokter Kholid, dokter itu menangis. Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal-amalnya. “Jika anak berusia 17 tahun saja bisa, mengapa ada alasan bagi kita untuk menunda-nunda ibadah kepada-Nya?” (Kisahikmah)
Sumber: @muslimahcorner
Sebagai mahkluk sosial, anda akan selalu berhubungan dengan orang lain, bahakan dalam sehari anda bisa berhubungan dengan puluhan orang baru, bagaimana caranya memaksimalkan hal tersebut sehingga membantu keberlangsungannya karir anda, ya tentunya anda harus punya pengaruh terlebih dahulu.
Ada 5 Cara untuk menjadi orang yang berpengaruh :
1. Harus Memiliki Kejujuran Dengan Orang Lain
Memiliki integritas dengan orang lain. Kebutuhan akan integritas sekarang ini barangkali sama besarnya seperti sebelumnya. Hal ini mutlak perlu bagi siapa saja yang ingin menjadi orang yang berpengaruh. Dengan kejujuran akan terbentuk suatu kepercayaan. Kepercayaan adalah kunci untuk menjadi orang yang berpengaruh.
2. Harus Bisa Memelihara Orang Lain
Memelihara hubungan dengan orang lain dengan cara memberi perhatian secara tulus akan orang lain dan Anda harus mempunyain perasaan positif.
3. Harus Yakin Kepada Orang Lain
Orang yang berpengaruh percaya kepada orang lain adalah kualitas penting dari seorang yang berpengaruh ketika bekerja dengan orang lain.
4. Harus Mendengar Orang Lain
Kemampuan untuk mendengarkan dengan ahli adalah kunci untuk memperoleh pengaruh atas orang lain. Karena lewat mendengar Anda mampu membangun hubungan, meningkatkan pengetahuan, menghasilkan ide dan membangun loyalitas.
5. Harus Memahami Orang Lain
Jika Anda tidak dapat memahami orang lain dan bekerja dengan mereka, Anda tidak akan mungkin mencapai apapun. Anda tentu saja tidak dapat menjadi orang yang berpengaruh
5 cara diatas merupakan bagian dari bagaimana Anda menjadi orang yang berpengaruh bagi orang lain. Jika Anda ingin menimbulkan dampak, Anda harus menjadi orang yang sanggup mempengaruhi orang lain.
(John C. Maxwell&Jim Dornan)